Dunia Politik
Black Hawk Diduga Melebihi Batas Ketinggian
Kecelakaan pesawat dan helikopter militer di AS masih misterius. Investigasi berlangsung, sementara Trump menyalahkan kebijakan pendahulunya.

Penyebab kecelakaan yang melibatkan pesawat penumpang dan helikopter militer di Amerika Serikat (AS) masih belum terungkap. Sementara itu, mantan Presiden Donald Trump menyalahkan kebijakan para pendahulunya atas insiden tragis yang menewaskan puluhan korban tersebut.
Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan bagian dari PSA Airlines, anak perusahaan American Airlines. Sedangkan helikopter yang terlibat adalah Black Hawk milik Angkatan Darat AS. Insiden ini terjadi di sekitar Bandara Nasional Reagan Washington DC, tepatnya di atas Sungai Potomac yang membeku, pada Rabu (29/1) waktu setempat.
Dalam peristiwa ini, pesawat penumpang mengangkut 64 orang, sedangkan helikopter membawa tiga kru. Sayangnya, tak satu pun korban selamat dalam insiden tersebut.
Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip CBS News, tim penyelam telah berhasil menemukan dua perekam data penerbangan atau yang dikenal sebagai black box. Namun, hingga kini penyebab kecelakaan masih belum dapat dipastikan.

Proses Investigasi Masih Berlangsung
Tabrakan terjadi saat pesawat dalam proses pendaratan di Bandara Reagan. Rekaman komunikasi antara menara kontrol dan helikopter menunjukkan bahwa awak Black Hawk telah mengetahui keberadaan pesawat di dekat mereka. Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menegaskan bahwa tidak ada kendala dalam komunikasi antara kedua pihak.
Tim investigasi dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menegaskan bahwa mereka masih membutuhkan waktu untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Ketua NTSB, Jennifer Homendy, menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan dengan pendekatan hati-hati dan berlandaskan fakta.
“Kami tidak bisa terburu-buru dalam menarik kesimpulan. Ini adalah proses yang kompleks dan memerlukan analisis mendalam,” kata anggota dewan NTSB, Todd Inman.
Menurut laporan CNN, helikopter Black Hawk disebut melampaui batas ketinggian yang telah ditetapkan saat bertabrakan dengan pesawat penumpang. Berdasarkan data dari Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA), helikopter seharusnya berada pada ketinggian maksimal 200 kaki di atas permukaan laut. Namun, jalur penerbangan yang diambil justru melintas di jalur pendekatan ke landasan pacu 33 di Bandara Reagan.
Mantan penyelidik NTSB, Greg Feith, menyebut bahwa helikopter tersebut menyimpang hampir 200 kaki (sekitar 61 meter) dari batas ketinggian yang seharusnya. “Mengapa mereka keluar dari batas yang telah ditetapkan? Mereka adalah kru yang sangat disiplin,” ujarnya.
Trump Salahkan Kebijakan Pendahulu
Donald Trump angkat bicara mengenai kecelakaan ini. Ia menuding kebijakan para presiden sebelumnya, termasuk Joe Biden dan Barack Obama, berkontribusi terhadap insiden ini. Menurutnya, kebijakan keberagaman yang diterapkan telah menghambat perekrutan tenaga ahli terbaik di Administrasi Penerbangan Federal (FAA).
Trump menegaskan bahwa keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama. “Demokrat lebih mengutamakan kebijakan dibanding keselamatan. Kami membutuhkan orang-orang yang kompeten,” kata Trump dalam pernyataannya, dikutip dari AFP, Jumat (31/1/2025).
Pernyataannya ini menuai kontroversi di tengah proses investigasi yang masih berjalan. Para ahli penerbangan dan pejabat pemerintah menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan faktor penyebab kecelakaan. AP
Event & Hiburan Lokal4 months agoHawai Group Malang Meriahkan Event Edufun 2025 dengan Promo Tiket Spesial
Event & Hiburan Lokal2 months agoHawai Group Hadir di PRJ Surabaya 2025, Bawa “Diskon Deras” hingga 38%
Event & Hiburan Lokal2 months agoPRJ Surabaya 2025: Hawai Group Tawarkan Liburan Hemat Hingga Awal 2026
Ekonomi & Bisnis4 weeks agoGriya Songgolangit, Kost Nyaman Dekat UB dan Polinema dengan Suasana Rumah Kedua
Event & Hiburan Lokal3 weeks agoParade Pesona Gondanglegi 2025 Siap Digelar, Kecamatan Gondanglegi Siapkan Gelaran Lebih Spektakuler
Pemerintahan & Politik Malang Raya4 weeks agoKota Malang Hadirkan Layanan Administrasi Terpadu Digital untuk Warga
Teknologi & Sains4 weeks agoCanva Hadirkan Affinity: Aplikasi Desain Gratis untuk Profesional dan Pemula
Politik & Pemerintahan4 weeks agoPresiden Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada 10 Tokoh di Istana Negara

















