Connect with us

Ekonomi Global

Harga Minyak Stabil, Trump Tekan OPEC untuk Turunkan Harga

Harga minyak stabil di akhir pekan, turun sepanjang minggu. Trump desak OPEC turunkan harga untuk tekan Rusia dan akhiri perang Ukraina.

Published

on

minyak dunia
Photo : Istimewa

Harga minyak mentah dunia stabil pada perdagangan Jumat (24/1/2025), meskipun secara keseluruhan mencatat penurunan dalam sepekan terakhir. Penurunan ini mengakhiri tren kenaikan harga minyak selama empat pekan berturut-turut.

Pelemahan harga minyak dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai rencana peningkatan produksi minyak domestik serta tekanan kepada OPEC untuk menurunkan harga minyak mentah.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent berjangka naik tipis 21 sen atau 0,27% menjadi USD 78,50 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS hanya naik 4 sen atau 0,05% menjadi USD 74,66 per barel.

Secara mingguan, Brent mengalami penurunan sebesar 2,83%, sedangkan WTI turun lebih tajam sebesar 4,13%.

Trump Tekan OPEC untuk Turunkan Harga
Dalam upayanya menekan Rusia dan menghentikan perang di Ukraina, Trump kembali mendesak OPEC untuk menurunkan harga minyak. “Trump menyatakan bahwa mendesak OPEC untuk mengurangi keuntungan besar dan menurunkan harga minyak dapat segera mengakhiri perang,” ucapnya saat berada di North Carolina untuk meninjau dampak badai.

Namun, analis StoneX, Alex Hodes, menilai langkah ini dapat terhambat oleh ancaman sanksi AS terhadap Rusia dan Iran, dua produsen minyak utama dunia. “Trump memahami dampak sanksi ini dan mencoba menekan OPEC untuk menutupi kekosongan yang mungkin terjadi,” jelas Hodes.

Sementara itu, dalam Forum Ekonomi Dunia, Trump menyatakan akan menuntut OPEC dan Arab Saudi, pemimpin de facto organisasi tersebut, untuk menurunkan harga minyak mentah.

OPEC+ Masih Bertahan dengan Kesepakatan
Meski mendapat tekanan, OPEC+ yang melibatkan Rusia belum menunjukkan perubahan kebijakan. Delegasi OPEC+ memastikan bahwa rencana saat ini tetap berjalan, yaitu meningkatkan produksi minyak mulai April 2025.

Giovanni Staunovo, analis komoditas dari UBS, menyatakan, “OPEC tidak akan mengubah kebijakan kecuali ada perubahan mendasar. Pasar masih menunggu kejelasan mengenai kebijakan sanksi dan tarif.”

Untuk saat ini, pasar minyak diperkirakan akan stabil hingga ada perkembangan lebih lanjut mengenai kebijakan produksi dan geopolitik. AP

Trending