Hukum & Kriminal
KKP Segel Pagar Laut Misterius Sepanjang 30 Km di Tangerang
Pagar laut ilegal sepanjang 30 km di Tangerang disegel KKP karena meresahkan nelayan. Sebanyak 3.888 nelayan terdampak, pemerintah tuntut pembongkaran

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyegel pagar laut sepanjang 30 km yang ditemukan di Kabupaten Tangerang, Banten. Penyegelan dilakukan atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
“Penyegelan dilakukan karena pagar tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para nelayan. Presiden dan Menteri memberi instruksi tegas untuk bertindak,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono, pada Kamis malam (9/1).
Pagar tersebut dilaporkan tidak memiliki dokumen izin resmi terkait Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL). Hal ini menyebabkan aktivitas nelayan terganggu, mengingat pagar tersebut mencaplok wilayah pesisir di 16 desa yang tersebar di enam kecamatan.
“Kami telah melakukan pengecekan, dan pagar ini ternyata tidak dilengkapi dengan izin yang valid. Para nelayan di sekitar lokasi merasa kesulitan mencari ikan akibat keberadaan pagar ini,” tambah Pung.
KKP memberikan tenggat waktu 20 hari kepada pihak yang bertanggung jawab untuk membongkar pagar tersebut. Jika tidak diindahkan, pembongkaran akan segera dilakukan oleh pihak berwenang. Saat ini, penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pemilik pagar tersebut.
“Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat. Jika pemiliknya ditemukan, kami akan mengambil langkah hukum yang diperlukan,” tegasnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten, Eli Susiyanti, menjelaskan bahwa pagar sepanjang 30 km tersebut mencakup wilayah enam kecamatan, yakni Kronjo, Kemiri, Mauk, Sukadiri, Pakuhaji, dan Teluknaga. Keberadaan pagar yang diduga ilegal ini telah memengaruhi 3.888 nelayan dan 502 pembudidaya di wilayah tersebut.
Meski mencolok dan berdampak besar, baik pemerintah pusat maupun daerah masih belum mengetahui siapa pihak di balik pembangunan pagar tersebut. AP
Event & Hiburan Lokal4 months agoHawai Group Malang Meriahkan Event Edufun 2025 dengan Promo Tiket Spesial
Event & Hiburan Lokal2 months agoHawai Group Hadir di PRJ Surabaya 2025, Bawa “Diskon Deras” hingga 38%
Event & Hiburan Lokal2 months agoPRJ Surabaya 2025: Hawai Group Tawarkan Liburan Hemat Hingga Awal 2026
Ekonomi & Bisnis4 weeks agoGriya Songgolangit, Kost Nyaman Dekat UB dan Polinema dengan Suasana Rumah Kedua
Event & Hiburan Lokal3 weeks agoParade Pesona Gondanglegi 2025 Siap Digelar, Kecamatan Gondanglegi Siapkan Gelaran Lebih Spektakuler
Pemerintahan & Politik Malang Raya4 weeks agoKota Malang Hadirkan Layanan Administrasi Terpadu Digital untuk Warga
Politik & Pemerintahan4 weeks agoPresiden Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada 10 Tokoh di Istana Negara
Teknologi & Sains4 weeks agoCanva Hadirkan Affinity: Aplikasi Desain Gratis untuk Profesional dan Pemula

















