Teknologi & Sains
TikTok Kian Menggila: Mahasiswa Amerika Habiskan Nyaris 1,5 Jam per Hari
TikTok makin populer di kalangan mahasiswa AS, dengan waktu pakai harian 95 menit, kalahkan Instagram dan Snapchat.

TikTok terus menunjukkan dominasinya sebagai platform media sosial yang paling menyita perhatian. Di Amerika Serikat, sebuah riset mengungkap bahwa 3 dari 4 mahasiswa aktif membuka TikTok setiap hari, dengan rata-rata penggunaan mencapai 95 menit—jauh melebihi Instagram (51 menit) dan Snapchat (49 menit).
Apa rahasia di balik ketertarikan masif ini?
Menurut studi dari Baylor University, perbedaan utama terletak pada karakteristik konten. Instagram lebih cenderung digunakan untuk berbagi momen pribadi di lingkaran pertemanan. Sebaliknya, TikTok mendorong pengguna untuk menyebarkan video hiburan ke audiens yang lebih luas dan bahkan anonim.
Pengalaman menonton di TikTok pun berlangsung sangat intens. Pengguna tiktok bisa terus menerus menonton video-video pendek secara beruntun tanpa jeda. Studi mencatat banyak dari mereka kehilangan jejak waktu dan bahkan lupa hari karena terlalu larut dalam konten. Meski sadar akan dampak negatifnya, mereka tetap melanjutkan—sebuah ciri khas kecanduan digital.
Menurut Meredith E. David, Ph.D. dari Baylor University, tenggelam terlalu dalam di dunia virtual media sosial bisa merusak hubungan sosial nyata yang esensial bagi keseimbangan mental.
Algoritma yang Memahami Anda
Kekuatan utama TikTok terletak pada algoritmanya yang canggih dan sangat personal. Konten yang tampil di halaman For You Page (FYP) ditentukan berdasarkan berbagai interaksi pengguna, seperti waktu menonton, komentar, tombol suka, hingga kebiasaan berbagi.
TikTok mengandalkan algoritma cerdas yang menyesuaikan konten berdasarkan aktivitas pengguna, membuat setiap video terasa cocok dan pribadi bagi tiap orang.
Berbeda dari platform seperti Instagram atau Facebook, TikTok tidak memberikan jeda antar video. Cukup satu gesekan jari, dan pengguna langsung disuguhi konten baru. Ini menciptakan aliran hiburan tanpa henti yang sulit untuk dihentikan.
Tak heran jika platform lain seperti YouTube, Instagram, hingga Facebook kini berlomba mengadopsi format video pendek demi menyaingi magnet adiktif TikTok. AP
Event & Hiburan Lokal4 months agoHawai Group Malang Meriahkan Event Edufun 2025 dengan Promo Tiket Spesial
Event & Hiburan Lokal2 months agoHawai Group Hadir di PRJ Surabaya 2025, Bawa “Diskon Deras” hingga 38%
Event & Hiburan Lokal2 months agoPRJ Surabaya 2025: Hawai Group Tawarkan Liburan Hemat Hingga Awal 2026
Ekonomi & Bisnis4 weeks agoGriya Songgolangit, Kost Nyaman Dekat UB dan Polinema dengan Suasana Rumah Kedua
Event & Hiburan Lokal3 weeks agoParade Pesona Gondanglegi 2025 Siap Digelar, Kecamatan Gondanglegi Siapkan Gelaran Lebih Spektakuler
Pemerintahan & Politik Malang Raya4 weeks agoKota Malang Hadirkan Layanan Administrasi Terpadu Digital untuk Warga
Politik & Pemerintahan4 weeks agoPresiden Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada 10 Tokoh di Istana Negara
Teknologi & Sains4 weeks agoCanva Hadirkan Affinity: Aplikasi Desain Gratis untuk Profesional dan Pemula

















